SATUAN ACARA PENYULUHAN (SAP) PERAWATAN PAYUDARA

SATUAN ACARA PENYULUHAN

Pokok bahasan                        : Perawatan payudara

Sub pokok bahasan               : Perawatan Payudara Yang Benar

Sasaran                                     : Ibu-ibu nifas

Hari / Tanggal                         : Rabu, 10 September 2014

Tempat                                      : Ruang Nifas

Pukul                                          : 10.00-10.20

Penyuluh                                  : Mahasiswa Poltekkes Palangka Raya

 

A. Tujuan

  • Tujuan umum

Agar Ibu-Ibu nifas dapat mengetahui cara perawatan payudara dengan benar.

  • Tujuan khusus

          Setelah di berikan penyuluhan di harapkan Ibu-ibu nifas  bisa mengerti  tentang perawatan payudara serta tujuan di lakukan nya perawatan payudara serta di akhir penyuluhan dapat mempraktek kan cara perawat payudara dengan benar.

 

B. Materi (Terlampir)

     I. Pengertian perawatan payudara

    II. Manfaat perawatan payudara

   III. Cara perawatan payudara

    IV. Akibat yang timbul jika tidak melakukan perawatan payudara

 

C. Media

  • LCD
  • Leaflet

 

D. Metode penyuluhan

  • Ceramah
  • Demonstrasi

 

E. Pengorganisasian

  1. Moderator :
  2. Penyuluh  :

          Rincian tugas

a. Mengatur jalannya penyuluhan

b. Memberikan materi penyuluhan

c. Membantu para peserta bila ingin bertanya atau hal lain nya

d. Memperhatikan jalannya penyuluhan dari belakan

 

G. Kegiatan penyuluhan

No Waktu Kegiatan penyuluhan Respon peserta
1 3 menit

10.00-10.03 WITA

Pembukaan:

·         Membuka kegiatan dengan mengucapkan salam

·         Perkenalan (memperkenalkan diri)

·         Menyebutkan materi yang akan diberikan

·         Menjawab salam

·         mendengarkan

·         memperhatikan

2 10 menit

10.03-10.13 WITA

Isi:

·         Penyuluhan materi

1.      Pengertian perawatan payudara

2.      Manfaat perawatan payudara

3.      Cara perawatan payudara

·         Memperhatikan
3   Evaluasi:

·         Menanyakan kembali kepada peserta tentang materi yang disampaikan

·         Memberikan kesempatan kepada peserta untuk bertanya

·         Menjawab pertanyaan

·         Mengajukan pertanyaan

F. Evaluasi Lisan

  • Apakah Ibu-ibu masih ingat apa manfaat perawatan payudara?
  • Apa saja langkah-langkah perawatan payudara?

 

MATERI PENYULUHAN

“PERAWATAN PAYUDARA”

 

1.1 Pengertian Perawatan Payudara

Perawatan payudara adalah suatu tindakan yang penting untuk merawat payudara terutama untuk memperlancar pengeluaran air susu ibu (ASI).

 

 1.2 Manfaat Perawatan Payudara

Perawatan payudara adalah suatu tindakan untuk merawat payudara terutama pada masa nifas untuk memperlancar produksi ASI. Perawatan payudara dapat dilakukan dua kali sehari yaitu saat mandi pagi dan dan mandi sore. Berikut adalah manfaat perawatan payudara:

  1. Memelihara kebersihan payudara sehingga bayi mudah menyusu pada ibunya.
  2. Melenturkan dan menguatkan puting susu sehingga bayi mudah menyusu.
  3. Mengurangi risiko luka saat bayi menyusu.
  4. Merangsang kelenjar air susu sehingga produksi asi menjadi lancar.
  5. Untuk persiapan psikis ibu menyusui dan menjaga bentuk payudara.
  6. Mencegah penyumbatan pada payudara.

 

1.3 Cara Perawatan Payudara

  1. Persiapan alat

Alat yang dibutuhkan :

  • Handuk
  • Kapas
  • Minyak kelapa / baby oil
  • Waslap
  • 2 Baskom (masing-masing berisi air hangat dan dingin )
  1. Prosedur perawatan
  • Buka pakaian ibu
  • Letakkan handuk di atas pangkuan ibu dan tutuplah payudara dengan handuk.
  • Buka handuk pada daerah payudara.
  • Kompres puting susu dengan menggunakan kapas minyak selama 3-5 menit.
  • Bersihkan dan tariklah puting susu keluar terutama untuk puting susu yang datar.
  • Ketuk-ketuk sekeliling puting susu dengan ujung-ujung jari.
  • Kedua telapak tangan dibasahi dengan minyak kelapa
  • Kedua telapak tangan diletakkankan di antara kedua payudara
  • Pengurutan dimulai ke arah atas, samping, telapak tangan kiri ke arah sisi kiri, telapak tangan kanan ke arah sisi kanan
  • Pengurutan diteruskan ke bawah, samping, selanjutnya melintang, telapak tangan mengurut ke depan kemudian dilepas dari kedua payudara.
  • Telapak tangan kanan kiri menopang payudara kiri, kemudian jari-jari tangan kanan sisi kelingking mengurut payudara ke arah puting susu.
  • Telapak tangan kanan menopang payudara dan tangan lainnya menggengam dan mengurut payudara dari arah pangkal ke arah puting susu.
  • Payudara disiram dengan air hangat dan dingin secara bergantian kira-kira 5 menit ( air hangat dahulu )
  • Keringkan dengan handuk
  • Pakailah BH khusus untuk ibu menyusui (BH yang menyangga payudara)

 

1.4 Akibat yang timbul jika tidak melakukan perawatan payudara

  1. Anak susah menyusu karena payudara yang kotor
  2. Putting susu tenggelam sehingga bayi susah menyusu
  3. ASI menjadi lama keluar sehingga berdampak pada bayi
  4. Produksi ASI terbatas karena kurang dirangsang melalui pemijitan dan pengurutan
  5. Terjadi pembengkakan, peradangan pada payudara dan kulit payudara terutama pada bagian putting mudah lecet

KOMUNIKASI PADA IBU NIFAS

BAB II

PEMBAHASAN

 

2.1         Kunjungan Konseling pada Masa Nifas

Kunjungan masa nifas minimal dilakukan 4 kali selama masa nifas.

  1. Kunjungan I ( 6 – 8 jam post partum )

a)      Mencegah perdarahan masa nifas oleh karena atonia uteri

b)      Mendeteksi dan perawatan penyebab lain perdarahan serta melakukan rujukan bila perdarahan berlanjut

c)      Memberikan konseling pada ibu dan keluarga tentang cara mencegah perdarahan yang disebabkan atonia uteri

d)     Pemberian ASI awal

e)      Mengajarkan cara mempererat hubungan antara ibu dan bayi baru lahir

f)       Menjaga bayi tetap sehat melalui pencegahan hipotermi

g)      Setelah bidan melakukan pertolongan persalinan, maka bidan harus menjaga ibu dan bayi untuk 2 jam pertama setelah kelahiran atau sampai keadaan ibu dan bayi baru lahir dalam keadaan baik

 

  1. Kunjungan ke-2 ( 6 hari post partum )

a)      Memastikan involusi uterus barjalan dengan normal, uterus berkontraksi dengan baik, tinggi fundus uteri di bawah umbilikus, tidak ada perdarahan abnormal

b)      Menilai adanya tanda-tanda demam, infeksi dan perdarahan

c)      Memastikan ibu mendapat istirahat yang cukup

d)     Memastikan ibu mendapat makanan yang bergizi dan cukup cairan

e)      Memastikan ibu menyusui dengan baik dan benar serta tidak ada tanda-tanda kesulitan menyusui

f)       Memberikan konseling tentang perawatan bayi baru lahir

 

  1. Kunjungan ke-3 ( 2 minggu post partum )

Asuhan pada 2 minggu post partum sama dengan asuhan yang diberikan pada kunjungan 6 hari post partum.

 

  1. Kunjungan ke-4 ( 6 minggu post partum )

a)      Menanyakan penyulit-penyulit yang dialami ibu selama masa nifas

b)      Memberikan konseling KB secara dini

 

2.2         Perawatan Masa Nifas

Perawatan puerperium dilakukan dalam bentuk pengawasan sebagai berikut:

Rawat Gabung ( roming in )

Perawatan ibu dan bayi dalam satu ruangan bersama-sama. Tujuannya agar terbentuk ikatan antara ibu dan bayinya dalam bentuk kasih sayang (bounding attachment), sehingga ibu lebih banyak memperhatikan bayinya, memberikan ASI sehingga kelancaran pengeluaran ASI terjamin.

  1. Pemeriksaan umum meliputi kesadaran penderita, keluhan yang terjadi setelah persalinan.
  2. Pemeriksaan khusus meliputi pemeriksaan fisik, tekanan darah, nadi, suhu, respirasi, tinggi fundus uteri, kontraksi uterus.
  3. Payudara
    Perawatan payudara sudah dimulai sejak hamil sebagai persiapan untuk menyusui bayinya. Bila bayi mulai disusui, isapan pada puting susu merupakan rangsangan psikis yang secara reflektoris mengakibatkan oxitosin dikeluarkan oleh hipofisis. Produksi akan lebih banyak dan involusi uteri akan lebih sempurna.
  4. Lochea; lochea rubra, lochea sanguinolenta
  5. Luka jahitan, Luka jahitan apakah baik atau terbuka, apakah ada tanda-tanda infeksi ( kalor, dolor, turbor, dan tumor ).
  6. Mobilisasi
    Karena lelah sehabis bersalin, ibu harus istirahat, tidur terlentang selama 8 jam pasca persalinan. Kemudian boleh miring ke kiri dan kekanan serta diperbolehkan untuk duduk, atau pada hari ke – 4 dan ke- 5 diperbolehkan pulang.
  7. Diet
    Makan harus bermutu, bergizi dan cukup kalori. Sebaiknya makan makanan yang mengandung protein, banyak cairan, sayuran dan buah-buahan.
  8. Miksi
    Hendaknya buang air kecil dapat dilakukan sendiri secepatnya, paling tidak 4 jam setelah kelahiran. Bila sakit, kencing dikaterisasi.
  9. Defekasi
    Buang air besar dapat dilakukan 3-4 hari pasca persalinan. Bila sulit bab dan terjadi obstipasi apabila bab keras dapat diberikan laksans per oral atau perektal. Jika belum biasa dilakukan klisma.
  10. Kebersihan diri

Anjurkan kepada ibu untuk menjaga kebersihan seluruh tubuh, membersihkan daerah kelamin dengan air dan sabun, dari vulva terlebih dahulu dari depan ke belakang kemudian anus, kemudian mengganti pembalut setidaknya dua kali sehari, mencuci tangan sebelum dan sesudah membersihkan kelamin.

  1. Menganjurkan pada ibu agar mengikuti KB sendini mungkin setelah 40 hari (16 minggu post partum)
  2. Imunisasi
    Menganjurkan ibu untuk selalu membawa bayinya ke RS, PKM, posyandu atau dokter praktek untuk memperoleh imunisasi.

 

2.3         Tujuan Asuhan Masa Nifas

Tujuan dari pemberian asuhan pada masa nifas, yaitu:

  1. Untuk mempercepat involusi uterus ( rahim )
  2. Untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya, baik fisik maupun psikologisnya.
  3. Melaksanakan skrining yang komprehensif, deteksi dini, mengobati atau merujuk bila terjadi komplikasi pada ibu maupun bayinya.
  4. Memberikan pendidikan kesehatan tentang perawatan kesehatan diri, nutrisi, keluarga berencana, cara dan manfaat menyusui, pemberian imunisasi serta perawatan bayisehari-hari.
  5. Memberikan pelayanan KB.
  6. Mendapatkan kesehatan emosi.

 

2.4         Perubahan yang Terjadi pada Masa Nifas

  1. Perubahan fisiologis:
  • Terjadi proses involusio, keluar lochea, perut ibu kelihatan besar.
  1. Perubahan psikologis:

Muncul berbagai ekspresi akibat berlalunya peristiwa menentukan dalam hidupnya dan merupakan peristiwa mengesankan karena:

  • Ibu merasa bangga karena telah mengalami kesulitan, kecemasan, kesakitan, penderitaan dengan tenaganya sendiri.
  • Ibu bahagia karena telah mendapat relasi dengan bayinya, ingin cepat tau jenis kelamin, bentuk bayinya.
  • Disamping itu muncul gejala-gejala psikis disebabkan:
  • Ibu mengalami kesenduan, kepedihan hati, kekecewaan dan penderitaan batin missal karena anak hasil hubungan luar nikah.
  • Jenis kelamin anak tidak sesuai harapan, bayi cacat sehingga timbul rasa tidak cinta anaknya.
  • Ibu-ibu yang telah cerai, kelahiran anak merupakan peristiwa tidak menyenangkan.

 

2.5         Pelaksanaan Komunikasi Terapeutik

  1. Bidan harus hati-hati melakukan komunikasi karena kestabilan emosi belum pulih seperti semula.
  2. Orientasi pembicaraan lebih berkisar penerimaan terhadap bayi serta kondisi fisik dan psikis ibu nifas.

 

2.6         Prinsip Komunikasi pada Ibu Nifas

  1. Komunikasi difokuskan pada permasalahan kasusnya masa nifas seperti cara menjaga kebersihan, perawatan bagi dan juga kesehatan ibu dan anak. Serta pemulihan organ-organ reproduksi.
  2. Disesuaikan dengan kondisi ibu jika ada informasi atau pesan yang memerlukan suatu tindakan khususnya dana.
  3. Dalam menyampaikan informasi, pesan harus mudah dimengerti dan dipahami oleh penerima.
  4. Jika pesan memerlukan tindakan seperti cara menyusui yang benar, maka pemberi pesan harus memberikan contoh melalui alat media atau mempratekkan langsung pada ibu-ibu tersebut.

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Lestari, Yogi Andhi dan Erma Wahyuningrum.2010. Komunikasi & Konseling dalam Praktik Kebidanan. Jakarta: CV. Trans Info Media

PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK/DIAGNOSA SPESIMEN DARAH

PENGERTIAN

Pemeriksaan Hematologi merupakan sekelompok pemeriksaan laboratorium klinik  yangterdiri dari beberapa macam pemerikasaan seperti kadar hemoglobin hitung leokosit, eritrosit, trombosit, laju endap darah ( LED), sediaan hapus, Hematokrit, retikulosit, dan pemeriksaan hemostasis.

Untuk pemeriksaan tersebut perlu diperhatikan beberapa hal seperti persiapan, cara pengambilan bahan dan pengiriman bahan bila bahan tersebut dirujuk. Kesalahan yang terjadi pada hal-hal tersebut diatas dapat mempengaruhi hasil pemeriksaan yang dikeluarkan oleh laboratorium.

1. HEMATOKRIT

Hematokrit atau biasa disingkat Ht merupakan perbandingan antara proporsi volume sampel darah Anda dengan sel darah merah merah (eritrosit) yang diukur dalam satuan millimeter per desiliter dari darah keseluruhan, bisa juga dinyatakan dalam persen. Jadi pengukuran ini bisa dihubungkan dengan tingkat kekentalan darah. Semakin tinggi presentasenya berarti semakin tinggi kekentalan darahnya, atau sebaliknya.

Bersama kadar hemoglobin, kadar hematokrit biasanya dikaitkan dengan derajat anemia yang diderita. Penerapan nilai hematokrit merupakan salah  satu pemeriksaan hematologi untuk mmengetahui volume eritrosit dalam 100 ml darah, yang dinyatakan dalam %.

Nilai hematokrit ini digunakan untuk mengetahui ada tidaknya anemia dan digunakan juga untuk menghitung nilai eritrosit rata-rata.

—Prinsip Pemeriksaan Diagnostik Hematokrit

Darah dengan antikogulan isotonic dalam tabung dipusing selama 30 menit dengan kecepatan 3000 rpm sehingga eritrosit dipadatkan kecepatan 3000 rpm sehingga eritrosit dipadatkan membuat kolom dibagian bawah dan tabung tingginya kolom mencerminkan nilai hematokrit. Intinya Darah dicentrifuge supaya eritrosit mengendap.

2. HEMOGLOBIN

Hemoglobin atau yang sering disingkat dengan Hb merupakan salah satu dari sekian banyak tolak ukur apakah anda terkena anemia atau tidak. Hemoglobin adalah suatu protein yang berada di dalam darah yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen. Jadi, oksigen yang telah dihirup dan masuk ke paru-paru nantinya akan diangkut lagi oleh hemoglobin di dalam darah untuk didistribusikan ke otak, jantung, ginjal, otot, tulang dan seluruh organ tubuh.

Prinsip Pemeriksaan Hemoglobin

Hemoglobin darah diubah menjadi asam hematin dengan pertolongan larutan HCl, lalu kadar dari asam hematin ini diukur dengna membandingkan warna yang terjadi dengan warna standar memakai mata biasa.

3. TROMBOSIT

Trombosit merupakan sel tak berinti, berbentuk cakram dengan diameter 2-5 mm, berasal dari pertunasan sel raksasa berinti banyak megakariosit yang terdapat dalam sum-sum tulang. Pada keadaan normal jumlah trombosit sekitar 150.000-300.000/ mL darah dan mempunyai masa hidup sekitar 1-2 minggu atau kira-kira 8 hari. Trombosit tersusun atas substansi fosofolipid yang penting dalam pembekuan dan juga menjaga keutuhan pembuluh darah serta memperbaiki pembuluh darah kecil yang rusak. Trombosit di produksi di sum-sum tulang kemudian sekitar 80% beredar di sirkulasi darah dan hanya 20% yang disimpan dalam limfa sebagai cadangan. Fungsinya berkaitan dengan pembekuan darah dan hemostasis (menghentikan perdarahan).

Prinsip Pemeriksaan Trombositopenia

Darah diencerka dengan suatu larutan tertentu. Jumlah sel darah dal volume pengenceran tersebut dihitung dengan meggunkan kamar hitung.

4. KOLESTEROL

Kolesterol adalah suatu zat lemak yang beredar di dalam darah, diproduksi oleh hati dan sangat diperlukan oleh tubuh. Tetapi kolesterol berlebih akan menimbulkan masalah, terutama pada pembuluh darah jantung dan otak.

Tujuan  : Penentuan secara kuantitatif kolesterol dalam serum dan plasma.

Nilai normal  : < 200 mg/dl.

HDL Klolesterol (High Density Lipoprotein)

Tujuan      : Penentuan secara kuantitatif  HDL kolesterol dalam serum dan plasma.

Nilai normal : Laki-laki 35 – 55 mg/dl, perempuan 45 – 55   mg/dl.

HDL bersifat menangkap kolesterol yang sedang dalam keadaan bebas di pembuluh darah untuk kemudiannya terbawa ke dalam hati untuk diproses lebih lanjut. Oleh karenanya HDL disebut sebagai kolesterol yang baik.

LDL Kolesterol  (Low Density Lipoprotein)

Tujuan       : Penentuan secara kuantitatif  LDL kolesterol dalam serum dan plasma.

Nilai normal : <130 mg/dl

Jika pembuluh darah tersumbat oleh timbunan lemak tersebut, maka dampak lebih jauhnya diantaranya adalah stroke, serangan jantung, dan lainnya yang mengarah fatal kepada tubuh manusia. Oleh karena itu LDL dikenal sebagai sebutan kolesterol jahat.

Prosedur Pemeriksaan

Jika anda mengunjungi praktek dokter untuk melakukan pemeriksaan kolesterol anda akan menjalani prosedur. Jika anda menjalani pemeriksaan profil lipid lengkap, anda akan diminta untuk tidak makan atau minum (selain air putih) selama 12-14 jam sebelum pemeriksaan.

Dokter atau perawat akan mengambil sampel darah dari lengan dan mengirimnya ke laboratorium untuk dianalisis. Mesis analisis sederhana berupa desktop hanya memerlukan sedikit sampel darah dari ujung jari dan hasilnya dapat diperoleh dengan cepat. Namun, hasil dari alat tersebut tidak seakurat dibandingkan hasil pemeriksaan di laboratorium.

5. GOLONGAN DARAH

Golongan darah adalah pengklasifikasian darah dari suatu individu berdasarkan ada atau tidak adanya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah tersebut. Dua jenis penggolongan darah yang paling penting adalah penggolongan ABO dan Rhesus (faktor Rh). Di dunia ini sebenarnya dikenal sekitar 46 jenis antigen selain antigen ABO dan Rh, hanya saja lebih jarang dijumpai. Transfusi darah dari golongan yang tidak kompatibel dapat menyebabkan reaksi transfusi imunologis yang berakibat anemia hemolisis, gagal ginjal, syok, dan kematian.

Pengambilan Spesimen

Alat: pipet, spuit, lancet, tourniquet, kapas alkohol 70%

Wadah: tertutup, bersih, kering, berlabel

Cara Pengambilan:

Dewasa: ujung jari tengah, manis

Anak: tumit, ibu jari kaki bag pinggir

Darah vena: vena cubiti

Antikoagulan:

EDTA (Ethylene Diamine Tetra Acetate) → 1½ mg/ml

Larutan Oxalat → 0,2 ml/ml darah

Pemeriksaan Golongan Darah ABO

Prinsip: aglutinasi sel darah merah dengan anti serum tertentu

Tujuan: untuk mengetahui golongan darah seseorang

Alat yang diperlukan:

Obyek glass

Lancet

Kapas alkohol

Reagen:

Serum anti A, Serum anti B, Serum anti AB

Cara Pemeriksaan:

§Taruh pada masing-masing obyek glass serum anti A, B dan AB
§Tetesi serum dengan darah dan aduk
§Lihat penggumpalan yang terjadi

KELULUSAN ANGKATAN 2010/2011

Pada hari senin, 16 Mei 2011, pukul 10.00 WIB. siswa-siswi SMA menerima hasil ujian. Saat-saat itu adalah saat sangat menegangkan bagi mereka karena merupakan hasil penentuan usaha mereka selama 3 tahun. Di SMA Negeri 2 sendiri saat-saat itu digunakan mereka untuk berfoto bersama satu angkatan.

Setelah proses foto bersama satu angkatan mereka kembali harus deg-degan karena saatnya untuk  penerimaan hasil ujian . Ternyata siswa-siswi kelas XII SMA Negeri 2 Palangka Raya dinyatakan LULUS 100%.Hal ini membuat mereka berteriak gembira hingga akhirnya tradisi coret-mencoret baju pun tidak dapat dihindarkan walaupun sudah diberikan peringatan sebelumnya untuk tidak mencoret-coret baju atau mengadakan konvoi.


Demikiannya dengan sekolah-sekolah yang lain, mereka pun meluapkan kegembiraan mereka dengan melakukan coret-mencoret baju dan juga konvoi.

Itulah tingkah laku pelajar yang mereka ekpresikan saat mereka dikatakan LULUS. 

ULAT BULU DI PULAU JAWA

Jumlah populasi ulat bulu yang tidak diimbangi dengan jumlah makanan yang tersedia membuat ulat tersebut menjadi rugi juga, sehingga terjadi persaingan dalam perebutan makanan. Akibatnya, ulat mengalami pertumbuhan yang tidak normal, yang seharusnya ulat dapat mencapai ukuran yang maksimal tapi dalam hal ini tidak, pupa dan kupu-kupu juga mengalami pertumnbuhan yang tidak normal dan terjadi terus-menerus hingga akhirnya mereka mati.

Dari segi biologi, tumbuhan dan ulat/yang telah menjadi kupu-kupu sebenarnya bersimbiosis mutualisme. Tumbuhan mendapatkan keuntungan dengan penyerbukan oleh kupu-kupu dan sebagai bayarannya, tumbuhan memberikan sebagian daunnya untuk dimakan ulat. Namun kenyataannya sekarang adalah jumlah ulut bulu yang terlalu banyak membuat tanaman itu sendiri menjadi rusak. Seharusnya daun dari tanaman tersebut dimakan tidak sampai 10% tapi sekarang yang terjadi seluruh daunnya habis dan tumbuhan itu menjadi mati.

Kondisi lingkungan yang terkadang tidak jelas seperti musim kemarau dan penghujan yang tidak sesuai lagi dengan siklus yang sebenarnya. Akibat dari kondisi lingkungnnya yang selalu basah, membuat tanaman akan terus menghijau dan akhirnya memancing ulat untuk memakan daun hijau itu menjadi sangat besar dan jumlah populasi ulat ulat bulu menjadi tidak terkendali. Karena kondisi lingkungan yang selalu basah juga membuat predator (musuh alami ulat) menjadi berkurang yang akhirnya menyebabkan populasi ulat bulu tidak terkendali lagi.

Jadi faktor utama yang menyebabkan meledaknya ulat bulu di Pulau Jawa itu adalah karena tidak seimbangnya alam. Karena alam dan seisinya termasuk flora dan fauna juga memerlukan keseimbangan agar ekosistem dapat terjaga dengan baik dan berjalan sebagaimana mestinya.

LAN MESSENGER

BELAJAR LAN MESSENGER

Hari ini, 29 Maret 2011, kami anak-anak EWS mencoba yang namanya lan messenger untuk pertama kalinya secara bersama-sama di ruang kelas. Walaupun baru pertama kali, tapi suasana di kelas cukup ramai seperti di pasar saja. Masih banyak sih yang kebingungan menggunakannya.

Kebanyakan dari kami bingung dikarenakan tidak begitu paham membuat smiley atau ikon tertentu. Tapi yang sudah bisa pasti akan diserbu pertanyaan bagaimana menggunakannya. Pokoknya bangga banget deh kalau sudah lihai.

Tingkah laku mereka bermacam-macam, dari yang marah karena dikatain sampai ketawa gara-gara membaca percakapan teman-teman yang lain. Pokok rame banget deh belajar Lan Messenger di kelas pada saat pelajaran Fisika.

Suasana di kelas EWS saat belajar lan messenger

Klik di sini, sini, sini, sini

Hal-hal Teraneh dan Fakta yang ada di Dunia

Hal-Hal Teraneh di Dunia???

1. Mata burung unta lebih besar dari otaknya.

2. Kumbang tu rasanya seperti apel, tawon seperti pine nuts (sejenis kacang), kalo cacing seperti daging babi goreng.

3. Tahun 1386, seekor babi dihukum gantung di depan publik di Perancis gara2 membunuh anak kecil.

4. Kecoa bisa hidup selama beberapa minggu tanpa kepala.

5. Tulang paha manusia lebih kuat daripada dinding semen.

6. Orang bertangan kanan rata2 hidup 9 tahun lebih lama dari yang kidal.

7. Gajah satu-satunya mamalia yang tidak bisa lompat.

8. Debu di rumah paling banyak terbentuk dari sel kulit mati.

9. Madu adalah satu-satunya makanan yang tidak bisa basi.

10. Lebih banyak orang terbunuh tiap tahun karena disengat lebah daripada digigit ular.

11. Onta punya 3 kelopak mata untuk melindungi matanya dari pasir gurun.

12. Lumba-lumba tidur dengan satu mata terbuka.

13. Tidak mungkin bersin dengan mata terbuka.

14.Setiap manusia tidak dapat menjilat siku tangannya sendiri.

15. Bersin terlalu keras dapat mematahkan tulang iga, memutuskan pembuluh darah di kepala atau leher dan mengakibatkan kematian.

16. 111,111,111 x 111,111,111 = 12,345,678,987,654,321

17. Siput bisa tidur selama 3 tahun.

18. Semut selalu jatuh ke kanan setiap kali disemprot cairan anti hama.

19. Memakai headphone selama satu jam dapat menstimulasi perkembangan bakteri dalam telinga sebanyak 700 kali lipat!

20. Semua beruang kutub KIDAL!

Liat dehh…aneh banget….

Rumah pohon yang unik…

Woowww…..unik banget kan…Jadi mau deh punya rumah pohon

Kunjungin juga ini,ini,ini

EFEK NITROGEN YANG DIALAMI SEORANG PENYELAM

Hukum Fisika yang paling mendasari teori dekompresi adalah HUKUM HENRY, dimana hukum tersebut menyebutkan bahwa pada sebuah bejana yang berisi air dan udara, bila tekanan udara ditingkatkan maka akan terjadi pelarutan udara kedalam zat cair tersebut proporsi seiring dengan peningkatan tekanan udara. Saat tekanan dalam bejana tersebut sudah cukup tinggi, apabila tekanan udara dikurangi secara perlahan-lahan, maka gas yang terlarut akan dibebaskan secara perlahan kembali ke udara tanpa membentuk gelembung udara. Lain halnya bila tekanan tersebut dikurangi secara cepat, maka udara yang terlarut didalam zat cair akan dibebaskan secara cepat pula, dan membentuk gelembung udara seperti air mendidih (boiling water).

Saat kita menyelam, akibat terjadinya peningkatan tekanan, maka udara yang ktia hirup lebih banyak dari biasanya. Seperti kita ketahui bahwa udara yang kita hirup saat menyelam adalah mayoritas Oksigen dan Nitrogen. Peningkatan oksigen yang dihirup akan berdampak positif bagi metabolisme tubuh, namun gas nitrogen tidak digunakan oleh tubuh kita. Maka akibatnya, gas Nitrogen akan terakumulasi didalam tubuh penyelam proporsi dengan durasi menyelam dan kedalaman penyelaman. Dengan kata lain, semakin dalam kita menyelam, semakin lama kita menyelam, maka akumulasi nitrogen didalam tubuh penyelam akan semakin banyak.

Tubuh manusia adalah obat yang paling manjur bagi dirinya sendiri, tubuh kita memiliki kemampuan menetralisir zat beracun dengan sendirinya. Begitu pula saat tubuh kita mengalami kelebihan nitrogen dalam jumlah yang wajar, tubuh kita bisa me-netralisir dengan sendirinya dalam waktu yang relatif singkat melalui proses respirasi (pernafasan). Sepanjang kita tidak menyelam terlalu lama dan tidak terlalu dalam, serta naik perlahan-lahan sehabis menyelam, maka nitrogen tersebut bukan menjadi masalah.

Tapi Masalah akan terjadi, bila kita naik dengan cepat dari kedalaman tertentu ke permukaan air. Hal ini akan sama kondisinya dengan botol bir yang kita kocok lalu kita buka tutupnya. Nitrogen yang sudah ter-akumulasi didalam cairan tubuh penyelam akan dilepas dalam bentuk gelembung udara (buih) akibat dari penurunan tekanan secara drastis. Buih-buih inilah yang akan menyumbat aliran darah maupun sistem syaraf tubuh manusia. Akibatnya bisa sangat fatal, mirip dengan stroke.

BEJANA BERLUBANG

Look, look, look, look, look….

Kesimpulan:

semakin kebawah lubang maka tekanan semakin kuat. Oleh karena itu, pada lubang kelima semakin jauh pancurannya.